Masuk

Ingat Saya

Memaknai Kolaborasi Antara Nilai Pancasila dan Sumpah Pemuda

Bulan Oktober adalah bulan dimana terjadi beberapa peristiwa penting di Indonesia antara lain adalah Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Sumpah Pemuda. Sejalan dengan ini, dua hal tersebut merupakan cikal penting bagi berkembangangnya rasa nasionalisme generasi muda terhadap negaranya.

Sumpah pemuda yang lahir terlebih dahulu menjadi bukti bahwa pola pikir generasi muda sudah berkembang pada masa kita masih dibawah tekanan kolonialisme. Artinya begini, cara melawan kolonialisme pada saat itu tidak melulu soal melawan dengan otot melainkan menggunakan pikiran untuk berdiplomasi. Bukan dengan cara anarki yang menyebabkan teror bagi banyak orang.

Kemudian Pancasila yang lahir 17 tahun kemudian, yang didaulat sebagai ideologi negara. Dengan nilai-nilai yang terangkum dalam 5 sila sudah mencakup keseluruhan sikap yang seharusnya kita amalkan untuk kehidupan sehari-hari sehingga pola pikir kita lambat laun akan berubah menjadi manusia yang memiliki nilai dan norma dalam menyikapi perbedaan dan juga bijak dalam hal tersebut.

akhir-akhir ini kita sering mendapati pemberitaan baik media cetak, online atau tayangan televisi yang memberitakan korupsi, penmbunuhan, tindakan radikal dan anarki yang sesungguhnya jauh dari ideologi bangsa. Ini bisa jadi disebabkan karna kurang bijaknya kita dalam mengambil sikap, dalam menyelesaikan suatu masalah. Padahal leluhur kita di zaman penjajahan sudah mengajarkan berbagai konsep diplomasi dalam menyelesaika masalah ataupun mengambil keputusan.

Saya pikir, ini dikarenakan pendapat yang terlalu bebas dikemukakan di media social sebagai contoh tanpa ada kepastian bahwa pendapat tersebut didasari oleh bukti yang kuat. Dan juga kurangnya analisis atau pembandingan informasi yang memiliki kesamaan tema namun beda sudut pandang.

Hal-hal keji yang saya sebut diatas merupakan cikal bakal tindak terorisme yang sebelum berkembang semakin luas harus kita cabut seakar-akarnya karna hal tersebut jika dibiarkan akan meeajalela dan menyebabkan tindakan teror lainnya yang akan meresahkan banyak pihak.

Maka dari itu kita sebagai generasi muda dalam pencegahan terorisme haruslah banyak-banyak membaca berbagai referensi agar pikiran kita terbuka dan bijak dalam menyikapi perbedaan serta menanamkan nilai-nilai Pancasilandan Sumpah Pemuda agar semakin paham bahwa cara-cara anarki dan teror tidak pernah menyelesaikan masalah.

#DamaiDalamSumpahPemuda

Dinda Delia
Dengan