Masuk

Ingat Saya

Komunitas dalam Mencegah Terorisme

Di zaman yang serba canggih ini melalui social media dan liputan berita televisi, menemukan komunitas yang sesuai dengan passion kita bukanlah hal yang sulit. Komunitas di Indonesia sendiri kebanyakan diisi oleh anak-anak muda yang memiliki jiwa kretaif, senang berbagi hal positif dan memang mau membuka cara berfikirnya sehingga tidak sempit.
Di Medan sendiri saya mengenal banyak komunitas. Diantaranya, Sahabat Indonesia Berbagi, Medan Generasi Impian, Turun Tangan Medan, Blogger Medan, Sedekah Bareng, KOPHI dan masih banyak lagi yang belum disebutkan. Komunitas-komunitas ini sendiri memiliki tujuan yang sama yaitu berbagi untuk membangun Indonesia yang lebih baik lagi walau dengan cara yang berbeda-beda.
Banyak kita lihat generasi muda, adik-adik SMA dan mahasiswa-mahasiswa yang kadang tidak mau mengeluarkan sisi positifnya untuk bergabung dalam komunitas dengan alasan malas, tidak ada waktu, sibuk dan lainnya. Padahal tentu saja dengan bergabung dalam komunitas itu kita dapat memeproleh banyak keuntungan. Salah satunya adalah memiliki banyak teman, memperluas silaturahmi, membuka pola pikir, dll.
Saya sendiri ikut bergabung dalam komunitas SIGi yang fokusnya adalah berbagi terutama kepada anak-anak dan orangtua. Sudah empat tahun saya bergabung dan merasakan banyak manfaat luar biasa yang bisa saya peroleh. Salah satunya ketika mengadakan acara di sekolah yang mana siswanya adalah ekonomi menegah kebawah. Disitu saya blajar untuk bersyukur dan merasa dikuatkan oleh tekad adik-adik yang bersemangat berlomba-lomba menjadi yang terbaik di sekolahnya.
Saya juga bertemu dengan generasi muda Indonesia yang memiliki aura positif sehingga menular ke saya untuk ketika nanti sikap apatis muncul dalam diri, saya akan diingatkan oleh hal-hal positif yang pernah kami sharing bersama. Mencegah saya dari cara berfikir yang radikal dan anarki. Berusaha menerapkan cara diplomasi dan diksusi dalam menyelesaikan masalah.
Terus terang, ini mengubah pola pikir saya yang awalnya skpetis dengan negara ini dimana banyak berita buruk tentang korupsi, pembunuhan, wakil-wakl rakyat yang sememan-mena, kapitalisme yang berkembang secara perlahan namun pasti menjadi ingin memberikan yang terbaik untuk negeri ini walau itu hanya seujung kuku. Karna sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain.
Akhir kata sebenarnya untuk menjadi baik tidak perlu memaksakan diri berbagung di perkumpulan tertentu, hanya saja ketika menemukan orang-orang yang sepaham dalam melakukan hal positif, itu terasa lebih menyenangkan.
#DamaiDalamSumpahPemuda

Dinda Delia
Dengan